Minggu, 23 Oktober 2011

Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Marco Simoncelli

Pebalap MotoGP Gresini Honda asal Italia, Marco Simoncelli akhirnya meninggal setelah kecelakaan di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (23/10/11). Demikian pengumuman resmi seperti dikutip AFP. "Ini resmi. Dia sudah meninggal. Dia menyerah," ujar seorang pejabat dari Dorna yang merupakan perusahaan pemegang hak siar MotoGP.

Kecelakan yang melibatkan Marco Simoncelli, Colin Edwards, dan Valentino Rossi, juga membuat GP Malaysia musim 2011 secara resmi dibatalkan.

Pada awal lomba, empat pebalap Honda langsung berada di depan setelah lampu merah padam. Stoner, yang start dari urutan kedua, berhasil mendahului Pedrosa, selaku pemegang pole position, disusul Andrea Dovizioso, dan Simoncelli. Hanya satu lap saja, Stoner, yang akhir pekan lalu sudah memastikan diri menjadi juara dunia MotoGP 2011, sudah unggul lebih dari 1 detik atas Pedrosa.

Namun di posisi keempat, terjadi pertarungan seru antara Simoncelli dengan pebalap Rizla Suzuki, Alvaro Bautista. Mereka saling mendahului dalam beberapa kesempatan, sebelum kecelakaan horor menimpa Simoncelli, yang terlibat dalam benturan antara dirinya dengan pebalap Yamaha Tech 3, Colin Edwards, dan pebalap Ducati, Valentino Rossi.

Saat memasuki lap kedua di Tikungan 11, Simoncelli jatuh dan melibatkan pebalap Yamaha Tech 3, Colin Edwards,dan pebalap Ducati, Valentino Rossi.

Kecelakaan horor itu menyebabkan Simoncelli terkapar di trek dengan helm terlepat dan dia sama sekali tidak bergerak, sedangkan Edwards terseret keluar trek dan mengalami dislokasi bahu. Sementara itu Rossi selamat, karena mampu menguasai motor sehingga hanya melebar ke luar trek dan Ducati GP11.1 tunggangannya hanya mengalami kerusakan ringan.

Usai kecelakaan tersebut, marshal langsung mengibarkan bendera merah tanda balapan dihentikan. Tetapi, rupanya keadaan tak memungkinkan untuk melakukan balapan pada hari Minggu ini, karena tim medis konsentrasi memperhatikan kondisi Simoncelli.



Screenshot RIP Marco Simoncelli :











Senin, 26 September 2011






Free MP3 Cutter and Editor 2.5.0.654 + Portable Full Version | 2 MB


Free MP3 Cutter and Editor is an extremely simple and easy to use Windows software for editing mp3 files. The program displays a waveform graph that lets you easily select a portion of the MP3 for editing. You can cut out unwanted part of the audio, change volume by specifying a percentage value, create a fade in or fade out, and convert the audio between stereo and mono.

Here are some key features of "Free MP3 Cutter and Editor":

· Delete Selected - Deletes selected part from the MP3 document.
· Delete Unselected - Deletes unselected part from the MP3 document.
· Change Volume - Changes audio volume by specifying a percentage value.
· Maximize Volume - Increases volume as high as possible without distortion.
· Fade In - Gradually increases the volume throughout the selection.
· Fade Out - Gradually decreases the volume throughout the selection.
· Convert to Stereo - Duplicates mono track to make a stereo track.
· Convert to Mono - Mixes all channels to make a mono track.

Download :

Rabu, 07 September 2011

Tenses Pengantar

Dengan memahami dan menguasai Tenses maka Anda akan bisa bahasa Inggris lebih cepat, bisa belajar mandiri terutama dari sisi Tatabahasanya. Agar nempel tentunya tense ini perlu dibiasakan untuk dipraktekkan ketika Anda berbicara dan menulis. Yes, bahasa Inggris itu memang aneh, dan Tenses inilah yang bikin bahasa Inggris itu rumit terutama bagi kita orang Indonesia. Tetapi sekali kita mengenali rumusnya maka sebenarnya tenses bukanlah hal yang sulit.

Loh memangnya Tense itu apa?
Tenses adalah bentuk-bentuk waktu dalam bahasa Inggris terutama dalam hubungannya dengan kata kerja dan kata kerja bantu. Dalam bahasa Indonesia sih ada juga, tetapi tidak perlu dipelajari karena sami mawon. Kalau bahasa Inggris misalnya mau mengatakan “Saya Menulis”, jika itu sekarang: I write. Tetapi kalau menulisnya itu kemarin tidak bisa I write yesterday, harusnya: I wrote yesterday. Lihatlah perubahan pada “write” menjadi “wrote”. Kalau menulisnya besok maka menjadi: I will write tomorrow. Tetap write. Muda kan? Jangan katakan sulit! hehe.. Karena itulah kita perlu memperlajarinya.

Tense terbagi menjadi 3 bagian besar, yaitu: Past, Present, Future. Bahasa Indonesianya: Dulu, Kini, Nanti.

Mengapa kok 3 bagian? Ya karena pembagian waktu itu sendiri memang 3 saja, yaitu Masa Lalu (past), Sekarang (present) dan Masa Datang (future). Memang ada lagi?

Nah masing-masing Tense tersebut, masih dibagi-bagi lagi menjadi 4. Seperti Present Tense ada 4 yaitu: Present Tense atau sering disebut Simple Present Tense saja, Present Continuous Tense, Present Perfect Tense dan Present Perfect Continuous Tense. Anda bisa pelajari lebih detail di masing-masing topik.

Demikian pula dengan Past pun dibagi 4: Past Tense, Past Continuous Tense, Past Perfect Tense, Past Perfect Continuous Tense. Bahkan Future Tense malah terdiri dari 8.

Jadi total Tenses itu ada 16. Present ada 4, Past ada 4, Future ada 8. Sekali Anda memahami formulanya, maka Tenses itu sebenarnya mudah. Modal Anda adalah formulanya, plus apa yang akan dimasukkan ke dalam formula tersebut, dalam hal ini adalah Kata Kerja atau Verb. Ada kata kerja bentuk 1 atau Verb1, ada kata kerja bentuk 2 atau Verb2 dan bentuk 3 atau Verb3 dan juga ada kata kerja bentuk ING. Juga pemakaian Tobe, Kata Kerja Bantu seperti Will, May, Must dan sebagainya.

Silahkan pelajari lebih seksama di bagian Pelajaran Tenses Bahasa Inggris dari menu Label di blog saya .

Present Tense

Dalam bahasa Inggris Present Tense atau Simple Present Tense digunakan untuk menyatakan peristiwa atau kejadian, kegiatan, aktivitas dan sebagainya yang terjadi saat ini. Present Tense juga digunakan untuk menyatakan suatu Fakta, atau sesuatu yang tejadi berulang-ulang dimasa KINI. Ingat, PRESENT artinya adalah kini, sekarang.

Rumusnya:
Positif: S + V1 (s/es)
Negatif: S + DO/DOES + NOT + V1
Tanya: DO/DOES + S + V1


Contoh Kalimat Positif:
I drink coffee
She drinks coffe
We drink coffee

Ya, sengaja pelajaran Tense bahasa inggris ini dibuat simple saja agar cepat faham. Anda perlu mengembangkannya sendiri misalnya dengan membuat 100 contoh sendiri. Pasti Anda perlu kamus juga, karena belajar tenses lalu mentok dengan suatu kata kerja maka biasanya tidak jadi, hehe..

Cara Membaca Rumus:
S artinya Subject, V1 artinya Verb1 atau kata kerja bentuk pertama. Garis miring artinya ya Atau dong!.

Kapan pakai S atau ES dan kapan tidak?
Kalau Subjectnya He, She, It, John, Mufli, Ellen atau Orang ketiga TUNGGAL maka kata kerjanya tambah S atau ES. Tidak sembarang tambah S atau ES juga nih, ada daftarnya. Daftarnya itu bayak sekali, mustahal saya tulis disini, cape dehh nulisnya, Anda musti beli buku Grammar juga. Belajar bahasa Inggris perlu modal, hehe..

Di atas tadi ada istilah Orang Ketiga Tunggal, maksudnya gini: Orang ketiga adalah orang yang kita bicarakan, yang kita omongin. Sedangkan orang pertama ya yang bicara. Orang kedua lawan bicara. Tunggal ya satu. Jadi orang ketiga tunggal adalah orang yang kita bicarakan dan satu saja dia itu. Misalnya kita berdua ngomongin John Scoping. Yang ngomong saya, yang dengar Anda, yang dibicarakan John Scoping (orang ketiga tunggal). Faham ya?

John Scoping belajar Tenses.
John Scoping learnS english.

Tidak bisa LearnES, mengapa? ya memang begitu!. Tetapi yang ini malah tambah ES:

John Scoping goES to School (tambah ES).

Kalimat Negatif Present Tense
Bentuk Negatif, artinya menyatakan TIDAK. Maka sesuai rumus Present Tense, setelah SUBJECT ditambah DO atau DOES, baru NOT, lalu tambah kata kerja bentuk pertama tanpa S atau ES lagi. S atau ES nya dimana? Sudah di doES tadi.

Untuk I, WE, YOU, THEY tambah DO
Untuk SHE, HE, IT, Mufli, Ellen tambah DOES

I do not drink coffee.
She does not drink coffee.
John Scoping does not learn english.

Coba perhatikan She does not drink coffee. Drink nya tidak pake S lagi, pindah ke doES. Biasakan saja, Present Simple Tense ini sepertinya rumit tetapi kalau faham maka enak banget. Ulangi saja baca dari atas 10 kali lagi, biar meresap benar, hehe.. Bikin juga 10 contoh Anda sendiri dengan kata kerja yang berbeda. Yes, belajar bahasa Inggris tak boleh manja, harus aktif, baru akan bisa.

Kalimat Tanya Present Tense
Kalimat tanya untuk Present Tense sesuai rumus diatas, atau saya tulis lagi seperti ini:

Tanya: DO/DOES + S + V1

Sama saja pasangannya. Untuk I, WE, YOU, THEY gunakan DO. Untuk SHE, HE, IT, Mufli, Ellen gunakan DOES. Contohnya begini:

Kalimat positifnya: I drink coffee
Kalimat tanya menjadi: DO you drink cofee?

Kalimat positif: She drinks coffe
Kalimat tanya: DOES She drink coffee?

Kalimat tanya seperti diatas disebut juga YES/NO Question. Karena jawabannya memang Yes atau No. Do You drink coffee? “Yes I do” jawabnya. Atau bisa bisa dijawab dengan lengkap: “Yes, I do drink coffee”. Dihilangkan DO nya juga boleh, menjadi kalimat positif lagi: “Yes I drink coffee”.

Ya, memang benar kalau Present Tense ini lebih rumit dibandingkan dengan Present Continuous Tense karena tiba-tiba kok pake DO, eh untuk orang ketiga tunggal pakai DOES segala, hehe.. Kalau dalam Present Continuous Tense nanti tinggal dibalik doang.

Nah, kalau tadi kan Kalimat Tanya Present Tense yang jawabannya Yes atau No doang. Gimana kalau pertanyaan yang jawabannya panjang atau yang jawabannya kalimat? Yah, tinggal tambahkan saja When, Where, Why, Who, What, dsb di depannya. Contohnya begini:

-When Do you drink coffee?
Contoh jawaban: I drink coffee everyday.

-What does she drink?
She drinks coffee la yau!

Gampang kan? Ya kan? hehe.. Kalau Anda sering praktekkan dalam bahasa inggris sehari-hari maka tentu saja akan terasa mudah. Silahkan berkreasi dengan kalimat-kalimat Anda dalam Present Tense ya.

Ok, begitu dulu pelajaran Present Tensenya.

Present Continuous Tense

Present Continuous Tense digunakan untuk menyatakan, mengatakan (atau apalah namanya itu istilahnya) suatu yang sedang terjadi saat ini, sedang berlangsung saat ini. Misalnya: Saya sedang menulis sekarang, Anda saat ini sedang membaca pelajaran Present Continuous Tense yang saya tulis, Saya sedang jatuh cinta, dsb. Ada gambaran kan? Coba Anda sebutkan sendiri contohnya 3 biji lagi. bisa kan? mudah kan? hehe..

Rumusnya:
Positif: S + Tobe + Ving
Negatif: S + Tobe+ Not+ Ving
Tanya: Tobe + S + Ving

Jangan bingung, “Ving” maksud saya adalah Verb + ing ya. Nanti dalam pelajaran tenses yang lain saya akan menulis “Ving” ini berulang-kali. Pastikan Anda mengingatnya ya. Kok tidak ditulis saja Verb+Ing? Ya bebas dong, saya yang nulis ini, hehe..

Kalau “Tobe” nanti itu berganti dengan is, am, are. Tergantung pasangannya apa. Dalam bahasa Inggris setiap Personal Pronoun atau Kata Ganti Orang sudah ada pasangannya masing-masing. Present Continuous Tense tak akan pernah lepas dari Tobe ini. Seperti ini nih jodohnya:

I am
She is, He is, It is, John is, Mufli is, dan sebagainya.
You are, We are, The are, John and Mufi are…

Present Continuous Tense ini digunakan jika kita menekankan pada “Sekarang” nya itu. Kalau kegiatan yang berulang-ulang seperti “I go to work everyday” nggak pake Present Continuous Tense tetapi Present Tense saja ya.

Berikut ini contoh kalimat Present Continuous Tense sesuai dengan rumus diatas:

- I am writing now (Saya sedang menulis sekarang)
- You are reading my article at present (Apa artinya?)
- She is waiting for you.
Ayo bikin contoh sendiri di dalam hati, lalu diucapkan sendiri, agar lancar juga ngomongnya.

Kalimat Negatif Untuk Present Continuous Tense
Mudah saja kalimat Negatifnya, tinggal tambahkan NOT setelah Tobe. Ingat rumusnya kan? Yes, Anda benar, rumusnya: S + Tobe + Not + Ving.

Kalimat yang diatas tadi akan saya jadikan kalimat negatif ya:

- I am NOT writing now (Saya sedang tidak menulis sekarang)
- You are NOT reading my article at present (Apa artinya?)
- She is NOT waiting for you.
Gila, Gampang bangets!

Loh katanya tadi Present Continuous Tense digunakan untuk menyatakan sesuatu yang SEDANG terjadi saat ini? Kalo negatif kan artinya yang TIDAK SEDANG terjadi saat ini dong? Salah dong? Ya ndak lah.. Maksud saya, kalimat negatif ini ya bentuk TIDAKnya. Gitu aja kok repot!, haha..

Mari kita lanjutkan!

Kalimat Tanya Present Continuous Tense
Gampang pulak nih, tinggal Tobenya taruh depan, jadi deh. Ingat rumusnya kan? Harus ingat nih rumus, karena tidak bisa pake kalkulator untuk urusan rumus tenses ini. Kalau Anda sering praktekkan, sering pake maka rumus ini meresep sendiri di dalam otak Anda, hilang menjadi ketrampilan otomatis. Sebelum itu terjadi maka silahkan install rumus ini dengan cara memahaminya dan menggunakannya sesering mungkin. Pasti deh Anda bisa.

Ini nih contoh Kalimat Tanya dalam Present Continuous Tense, saya pake contoh kalimat yang diatas tadi tetapi untuk bertanya:

- Are you writing now? (Apakah kamu sedang menulis sekarang?)
- Are You reading my article at present? (Apa artinya?)
- Is She waiting for you.
Nah itu dia, tinggal tambakan tobe sesuai pasangannya. Dan selalu ingat untuk Present Continuous Tense selalu pakai kata kerja bentuk ING, maksud saya kata kerja tambah ING. Kata kerja itu bahasa Inggrisnya Verb. Saya singkat V, karena tambah Ing saya singkat lagi “Ving”. Inga inga! hehe..

So pasti bisa juga mengguanakan Kata Ganti Penanya seperti What, Where, Which, Why, Who dan sebagainya dalam kalimat tanya ini. Contohnya begini:

-What are you writing now? (Lagi nulis apaan kamu sekarang?)
-What are you reading (lagi baca apa Anda?)
-Who is She waiting for (Doi lagi nungguin siape?)

Begitulah basicnya tentang Present Continuous Tense ini. Inti dari Continuous itu adalah “Sedang”, atau katakanlah sedang berlanjut (seperti arti katanya), sedang terjadi.

Tetapi, “Sedang” itu bisa bisa jadi tidak sekarang loh ya. Ada juga “sedang” tetapi kemarin. Nah loh!. Ini namanya Past Continuous Tense. Sebagai contoh pengantar misalnya gini: “Waktu istriku datang dari pasar KEMARIN, Saya kebetulan banget SEDANG tidur, jadi nda bisa bantu bukain pintu, untung anak saya yang kedua belum berangkat sekolah”. Tuh, kan sedang juga, tetapi kemarin.

Anda menangkap bedanya kan? Semoga. Kalo masih bingung coba baca contoh di atas sekali lagi dan renung-renungkan dulu!, hehe..

Continuous atau “Sedang” tetapi BESOK atau sedang tetapi akan datang juga ada loh. Anda mau ke rumah saya besok jam 9? Oh jangan, karena jam segitu besok itu saya akan SEDANG tidur!. Tuh.. sedangnya BESOK kan? Ini dapat Anda pelajari dalam Future Continuous Tense. Sedangkan topik yang satu ini adalah tentang SEDANG SEKARANG alias Present Continuouse Tense. Present itu artinya “kini, atau sekarang”.

Ingat rumusnya ya? S + Tobe + Ving untuk Present Continuous Tense.

Present Perfect Tense

Sebelum mempelajari Present Prefect Tense ini ada baiknya Anda menguasai Present Tense dan Present Continuous Tense dulu ya. Karena kalo belajar Tenses itu ada rumus-rumusnya. Walaupun memang bukan seperti rumus matematika tetapi yang namanya rumus kan berkaitan, mulai dari rumus dasar sampai rumus yang lebih rumit. Jika Anda telah menguasai yang mudah seperti Present Tense maka mempelajari Present Perfect Tense akan terasa lebih mudah pula. Sipp?

Mari kita lanjutkan pelajaran bahasa inggris tentang Present Perfect Tense ini. Kalau dalam Present Tense penekananya pada fakta, kejadian berulang-ulang atau yang menjadi kebiasaan, dan Present Continuous Tense menekankan pada “sedang” terjadi, maka..

Present Perfect Tense menekankan pada PERFECT nya itu. Perfect kan artinya “sempurna”. Bukan sempurna karena cantik seperti Gita Gutawa, tetapi sempurna yang berarti “selesai, sudah, beres, baru saja usai, dsb”. Jadi, kalau Anda menekankan pada “SUDAH” nya itu maka gunakanlah Present Perfect Tense ini. Contoh yang paling mengena misalnya: Dia baru saja pergi (She has just gone).

Rumusnya Present Perfect Tense begini:
Positif: S + have/has + V3
Negatif: S + have/sas Not + V3
Tanya: Have/has + S + V3

Nah, setelah Subject (S) maka pakai “have” atau “has” sesuai pasangannya. Have dalam konteks ini artinya adalah: sudah, telah, barusan. Yang aneh dalam bahasa inggris Have + ES bukan Haves tetapi HAS. Jadi pasangannya begini:

He, She, It, John, Merry, Mufli : Has
You, We, They, Ellen and Budi: Have

Contoh Present Perfect Tense
Positif: She has gone (Dia baru saja pergi)
Negatif: She has not gone
Tanya: Has She gone?

Ingat, bukan She has go, bukan pula She has going, tidak pula She has goes. “Go” itu adalah kata kerja yang bentuk ketiganya adalah “gone”. Urutan perubahan bentuk kata kerja untuk Go adalah: Go-went-gone.

Contoh lainnya:

-I have written english lesson for 30 minutes
-You have read my lesson since 2 PM

Perhatikan perubahan kata kerja:
Write – wrote – written (berubah)
Read – read – read (lah kok sama? haha..)

Saya ulangi
-I have written english lesson for 30 minutes.

Artinya:
Saya telah menulis pelajaran bahasa inggris selama 30 menit.

Dalam kalimat diatas, ditekankan “telah” nya itu dan sekarang sudah beres, sudah tidak lagi menulis. Tetapi jika penekanan Anda pada “30 menit yang lalunya” maka Anda gunakan Past Tense yang lebih cocok.

Contoh lainnya lagi, kalimat positif:
-I have cleaned the floor
-He has drunk milk
-You have just broken the glass

Gimana kalimat negatifnya? He has not drunk milk! Anda coba yang dua lagi ya.

Kalimat Tanya dalam Present Perfect Tense ya tinggal dibalik mawon sesuai rumus diatas tadi. Ingat jangan lupa pasangannya untuk “Have” dan “Has”.

-Has She drunk milk?

Coba yang buat kalimat tanya untuk yang 2 lagi diatas ya.

Gimana? sudah cukup jelas tentang Present Perfect Tense ini ya?

Sekian dulu pelajaran hari ini tentang Present Perfect Tense. Terimakasih telah membaca. Good time!

Present Perfect Continuous Tense

Nah tiba saatnya kita belajar tentang Present Prefect Continuous Tense. Tenses yang satu ini digunakan untuk menyatakan suatu kejadian, peristiwa atau apalah namanya, yang SUDAH terjadi dan MASIH berlangsung bahkan sangat mungkin AKAN berlanjut. Dari dulu hingga kini bahkan nanti, gitu loh!. Kata “sudah” atau “dari dulu” disini bisa saja waktunya kemarin, 2 jam lalu, se-abad lalu, bisa juga beberapa menit yang lalu. Intinya kejadian yang hendak diungkapkan dalam Present Pefect Continuous Tense ini sebenarnya mirip dengan Present Continuous Tense, hanya saja penekannya bukan pada saat ini, melainkan pada periode waktunya tadi itu: sudah, masih dan akan. Jelas ya?

Rumus Present Perfect Continuous Tense
Positif: S + have/has + been + Ving
Negatif: S + have/has + not + been + Ving
Tanya: Have/has + S + been + Ving

Kita coba dengan contoh, bentuk Present Tensenya begini: “Saya tinggal disini”, bahasa Inggrisnya: “I live here”. Kita coba masukkan ke Present Perfect Continuous Tense ya. Siap?

Ok, contohnya gini: “Saya sudah tinggal disini 2 tahun”. Sudah disini toh? masih toh? besok belum pindah kan? Untuk kondisi ini kita gunakan Present Perfect Continuous Tense ini, I have been living here for 2 years.

Tetapi kalau waktu Anda ngomong itu Anda sudah tidak tinggal disini lagi, misalnya baru saja pindah maka gunakan penekanan pada SUDAHnya saja seperti pada pelajaran Present Perfect Tense, I have lived here…

Tetapi lagi,
Kalau Anda ingin mengatakan “tinggal disini” tersebut dulu, misalnya 2 tahun yang lalu tinggal disini, maksud saya anda tidak menekankan pada USAInya anda tinggal itu tetapi fokus pada 2 tahun yang lalu itu, maka gunakan Past Tense saja: I lived here 2 years ago.

Diterangin gini Anda nda tambah bingung toh? hehe.. Biasakan saja, namanya juga perjuangan mau pandai Tense, pusing-pusing sedit tahan dan tetap lanjutkan. Kalo sudah pusing banget lebih baik praktekkan dulu yang sudah bisa bareng-bareng misalnya di Group Belajar Bahasa Inggris Di Facebook.

Berikut contoh-contoh Present Perfect Continuous Tense:

-She has been learning english for 3 years
-I have been teaching english since last year
-They have been touring since yesterday

Kira-kira masih ndak tu learningnya? masih berlanjut tidak teachingnya? Mereka masih tour kan? belum balik!.

-She has not been learning english for 3 years
-… Anda coba yang 2.

-Has She been learning english for 3 years?
-Silahkan Anda coba juga yang selanjutnya…

Contoh lainnnya lagi:
-I have been running Vnet Business Since December 2007. You?

Running Vnet Busienss diatas maksudnya “menjalankan bisnis Vnet” ya, bukan melarikan, hehe..

Bagaimana penguasaan Anda terhadap Tenses Bahasa Inggris sampai hari ini? Syukurlah kalau sudah mengalami banyak progress. Yang penting tidak malas! Kan lebih baik rajin.. Rajin pangkal pandai..

Past Tense

Dalam bahasa Inggris ada Past Tense, sedangkan bahasa Indonesia kalaupun ada tak perlu dipelajari, karena kata kerjanya tidak berubah. Seperti Present Tense, maka Past Tense ini pun terbagi 4: Ada yang Simple Past atau disebut Past Tense saja, ada yang Past Continuous Tense, Past Prefect Tense dan Past Perfect Continuous Tense.

Inti dari Past Tense adalah untuk menyatakan peristiwa yang telah “Lampau”. Lampau disini tak harus sudah lama-lama amat juga, pokoknya sudah berlalu, sudah lewat. Itulah penekanannya. Mungkin kemarin, satu jam lalu, 2 tahun lalu, 2 abad yang lalu, dan sebagainya. Semua itu sudah “Past”. Setelah membaca uraian ini Anda pasti faham lebih dalam. Pasang mata pasang telinga dan kuatkan niat ya, hehe..

Rumus Past Tense:
Positif: S + V2
Negatif: S + did not + V1
Tanya: Did + S + V1

Ingat, V2 maksud saya adalah Kata Kerja atau Verb bentuk ke-2. Tentang kata kerja dapat Anda baca di Kata Kerja

Rumus Past Tense Rumit?
Benar! eh tidak, lanjutkan saja bacanya..

Anda resepkan dulu bahwa kata kerja bantu “DO” bentuk present DO, bentuk keduanya (Bentuk Past) adalah DID. Kalau Present kan: I do not… maka Past nya: I did not….

Yang barusan saya terangkan diatas tadi akan memudahkan Anda mempelajari Past Tense ini untuk Kalimat yang Negatif dan Kalimat Tanya. Ingat saja DO jadi DID. inga.. inga… hehe..

Contoh Kalimat Past Tense:
-I launched this blog on july 14th 2009

Artinya:
Saya meluncurkan atau launching blog ini tanggal 14 juli 2009.
Sudah lewat kan?

Kata kerjanya bentuk kedua “launched”, ini tergolong kata kerja beraturan, tinggal tambahkan ED di belakang launch.

Anda ingin punya blog sendiri seperti milik saya ini? Do you want to have your own blog like this? Wah mudah, petunjuk lengkapnya, eh kursusnya bisa Anda ikuti disini:

Kursus Membuat Blog Wordpress atau cata alamatnya http://mufli.net/bbi

Ok kita lanjutkan tentang Paste Tense ini ya.

Contoh lagi:

Kita akan pakai kata kerja bentuk 1-2-3 berikut:

see – saw – seen (melihat)
buy – bought- bought (membeli)
go – went – gone (pergi)

-I saw her standing there (Saya lihat dia berdiri disana).
-My Father bought this car last year
-They went to Tokyo last month
-She went home two minutes ago

Semua itu sudah terjadi, sudah melihat, membeli mobilnya juga tahun lalu, ke Tokyonya bulan lalu, pulangnya (went home) juga 2 menit yang lalu. Kita gunakan Past Tense. Faham ya?

Kalimat Negatif Past Tense
Sesuai rumusnya: S + did + not + V1

Perhatikan dengan seksama, Kata kerjanya berubah lagi menjadi bentuk pertama (V1). Lalu kata kerja bentuk past-nya kemana? Pindah ke DID nya itu. Tadi kan diatas sudah saya bilang:

V1 -V2 – V3: Do – Did – Done

Jadi kita pakai “Did”. Karena negatif maka tambah “Not”. Jadi Did Not! hehe..

Kalimat positif tadi, kita jadikan negatif:
-I saw her standing there
Menjadi: I did not see her standing there

Lihatlah saw jadi see lagi. See-saw-seen kan bentuk kata kerjanya?

Yes benar, berurusan dengan Past Tense maka Anda perlu mempunyai banyak perbendaharaan Kata Kerja.

Positif: My Father bought this car last year
Negatif: My Father did not BUY this car last year

Anda coba yang dua ini ya:
-They went to Tokyo last month. Jadi ….
-She went home two minutes ago. Jadi ….

Kalimat Tanya Past Tense
Kalau Anda sudah tau kalimat negatif Past Tense maka kalimat tanya tinggal dibalik mawon, DID nya di depan Subject.

Positif: My Father bought this car last year
Tanya: Did My Father BUY this car last year

Anda coba yang dua ini ya:
-They went to Tokyo last month. Jadi ….
-She went home two minutes ago. Jadi ….

Boleh saja Anda tambahkan dengan Where, When, Why dan sebagainya seperti ini:

-When did my father buy this car?
-Why did they go to tokyo?

Demikianlah tentang Past Tense.

Past Continuous Tense

Past Continuous Tense digunakan untuk menyatakan peristiwa yang SEDANG TERJADI juga, tetapi sedang terjadi sekarang, melainkan sedang terjadi tetapi DULU, tetapi sudah lewat. Loh sedang kok lewat? bukannya sedang itu artinya masa kini alias sekarang?. Oh ada juga sedang dulu. Mari kita bahas tuntas.

Seperti arti katanya, Past berarti “sudah lewat”, sedangkan Continuous artinya “sedang”. Contohnya gini:

Kemarin teman saya datang ke rumah saya, gedor-gedor pintu, tetapi nda ada yang buka. Padahal saya ada di rumah, tetapi saat itu tuh “Saya sedang tidur!”. Kapan sedang tidurnya? Kemarin, saat teman saya itu datang. Bukan sekarang kan? Tetapi sedang loh! Itulah Past Continuous Tense.

Rumus Past Continuous Tense
Positif: S + was/were + Ving
Negatif: S + was/were + NOT + Ving
Tanya: Was/Were + S + Ving

Contohnya:
I was sleeping when my friend came to my house yesterday

Lihat tuh, “I was sleeping” adalah bagian Past Continuous Tensenya. Sedang tidurnya itu kemarin, saat teman saya datang ke rumah.

Jadi, Past Continuous Tense ini mirip banget rumusnya dengan Present Continuous Tense, bedanya di TOBE nya yang menjadi bentuk kedua.

Ingat-ingat perubahan dan pasangan TO BE nya ya.

Tobe: is, am berubah menjadi WAS
Tobe: are berubah menajdi WERE

I, She, He, It, John, Merry pasangannya adalah WAS
We, They, John and Merry pasangannya adalah WERE.

Contoh kalimat lainnya:
-They were learning in the classroom when I came
Mereka lagi belajar di kelas ketika saya datang.

- I was writing
- Joko was sleeping
- … Ayo anda tambahkan sendiri

Kalimat Negatif Untuk Past Continuous Tense
Gampang bangets nih, tinggal pake rumusnya, tambahkan NOT setelah Tobe (was/were). Ingat rumusnya kan? Yes, Anda benar, rumusnya: S + was/were + NOT + Ving. Misalnya dari contoh sederhana yang terakhir diatas, menjadi:

- I was NOT writing …
- Joko was NOT sleeping …
- … ayo Anda buat yang lain.

Kalimat Tanya Past Continuous Tense
Kembali lagi gampang sekali, yang penting Anda sudah faham penggunaannya seperti saya terangkan diatas. Untuk bikin kalimat tanya tinggal TOBE nya (was atau were) di depan. Berikut ini dari contoh diatas akan menjadi:

- Was I writing ….?

Biasanya sih kalo bertanya kan gak nanya sendiri, karena itu lebih sering contoh-contoh yang ada dibuku pake YOU, sehingga menjadi:

- Were You writing …?

Contoh lain:
- Was Joko Sleeping …?

Tentu saja Anda bisa membuat kalimat yang sangat panjang untuk contoh-contoh ini. Saya bikin ringkas saja agar mudah difahami. Kapan akan lancar bahkan tanpa mikir lagi Anda bisa menggunakan kalimat-kalimat Past Continuous Tense ini? Jawabnya adalah ketika Anda sering memakainya, baik dalam menulis ataupun berbicara. Tul?

Tambahan:
Yes, kalimat Past Continuous Tense sering digandeng dengan Past Tense, tentu saja maksudnya untuk mengatakan bahwa kejadiannya tersebut SEDANG terjadi tetapi di masa LAMPAU (lewat) ketika sesuatu yang lain terjadi. Bagimana jika ingin menyatakan LAMPAU nya saja tetapi tidak menekankan pada SEDANG TERJADInya itu? Yes, gunakan saja Past Tense.

Oke, demikian pelajaran singkat dan padat tentang Past Continuous Tense :D

Past Perfect Tense

Past Perfect Tense mirip dengan Present Perfect Tense hanya saja beda di waktunya saja. Penekannya pada PERFECT-nya itu, usainya itu. Agar lebih jelas saya ulang sedikit tentang Present Perfect Tense dulu ya.

PRESENT Perfect Tense mengenai suatu kejadian atau peristiwa yang SELESAI (sempurna, perfect) saat ini, contohnya: She has just gone (Dia baru saja pergi).

Nah PAST Perfect Tense adalah bentuk lampau (Past) dari Present Perfect Tense itu, makanya disebut Past Perfect Tense, sama-sama Perfectnya! Jelas ya? Kalau Present Perfect Tense menggunakan rumus S + Have/has + V3 maka Past Perfect Tense menggunakan bentuk lampau dari Has/has yaitu “HAD”.

Rumus Past Perfect Tense
Positif: S + had + V3
Negatif: S + had + not + V3
Tanya: Had + S + V3

Past Perfect Tense sering digunakan dengan menggunakan kalimat lain yang berbentuk lampau (Past Tense) yang dihubungan dengan kata sambung seperti When (ketika), After (setelah) untuk menekankan bahwa Perfectnya (Sudahnya) itu adalah di masa lampau.

Tenses Past Perfect Tense ini jarang loh digunakan, tetapi tentu saja ada baiknya Anda memahinya dengan seksama. Jangan dianggap enteng!, suatu saat Anda akan perlu menggunakannya, hehe..

Contoh kejadiannya seperti ini:
“Kemarin Dia berangkat ke rumahku pagi-pagi bener, tetapi waktu ia sampai eh saya SUDAH pergi”. Tuh, lihatlah SUDAH perginya itu kan Perfect. Anda ingat pelajaran tentang Present Perfect Tense bahwa SUDAH itu adalah ciri-cirinya. Hanya saja SUDAH nya itu adalah kemarin (lampau). Itulah mengapa dalam kejadian ini kita menggunakan Past Perfect Tense.

Contoh kalimatnya:
-I had gone When He arrived at my home

“I had gone” adalah Past Perfect Tense, dengan subjectnya adalah I. Lihat ada “had” nya, dan kata kerja bentuk ketiganya (V3) adalah gone. Sesuai rumusnya S + had + V3. Kalimat pembandingnya adalah bentuk past tense: “When He arrived at my home”.

Contoh kalimat lainnya:
I had written 3 articles when you visited my blog for the first time.

Jadi Past Perfect Tense adalah tentang “Sudah, masa lalu”. Present Perfect Tense tentang “Sudah, kini”. Rumusnya mirip, karena sama-sama Perfect. Setiap Perfect pasti pakai kata kerja bentuk ke-3 baik itu pada Kata Kerja utamanya atau pada kata kerja bantu-nya.

Contoh kalimat lain dalam Past Perfect Tense:
-I had studied hard but I didn’t make good result in the exam.
-You had told me twice before I understood.
-Coba buat kalimat Anda paling tidak 3 biji, ayoo..

Past Perfect Tense Dalam Kalimat Negatif
Gampang saja, tinggal tambah NO setelah HAD. Contoh berikut telah disederhanakan:
-I had not studied hard, so I didn’t make good result
-You had not told me that, that’s why I didn’t understand

Perhatikan kalimat past tense di belakangnya sengaja saya ubah agar mengandung arti yang masuk akal saja. Jika tidak diganti kan menjadi aneh itu kalimat. Betul?

Past Perfect Tense Dalam Kalimat Tanya
Tinggal dibalik, Had nya di depan.
Rumusnya kan: Had + S + V3

-Had You studied hard bla bla bla?
-Had You told me …?
-Silahkan buat sendiri contoh Anda.

Saya yakin dengan pemahaman yang cukup tentang Present Perfect Tense maka Anda pun akan lebih mudah memahami Past Perfect Tense ini.

Past Perfect Continuous Tense

Past Perfect Continuous Tense dalam pelajaran Bahasa Inggris Grammar digunakan untuk menyatakan hal atau peristiwa yang sesuatu yang TELAH dan SEDANG terjadi dimasa LAMPAU. Nah loh: Telah, Sedang dan Lampau pula!. Dalam setiap tenses yang mengandung Perfect Continuous, maka “sedang” nya itu mengandung arti “sudah dimulai, masih terjadi, dan masih terus”, lebih panjang periodenya, dan itu bisa kini (present), bisa dulu (past) dan bisa akan datang (future). Nanti Akan tau perbedaanya setelah memahami kesemua tenses.

Memang sih kalau diterangkan begitu maka sebagian orang bisa jadi males untuk mengertinya, termasuk saya dulu, hehe.. Karena itu memang sebaiknya Anda mempelajari Tenses secara berurutan, satu demi satu. Mengerti yang satu baru lanjutkan ke Tenses yang lainnya. Yang lebih penting lagi adalah membandingkan tense yang sejenis, misalnya antara Present Perfect Continuous Tense dengan Past Perfect Continuous Tense ini. Dengan cara itu Anda akan memilki pengertian yang mendalam.

Kita kembali pada topik utama kali ini, yaitu Past Perfect Continuous Tense

Contoh peristiwanya begini:
Kemarin teman saya datang ke rumah saya, ketika itu saya sedang memperbaiki kulkas. Waktu dia sampai saya sudah mulai kerja, dan saya lanjutkan pekerjaan tersebut sambil ngobrol sama dia. Untuk menyatakan kejadian “membetulkan kulkas” tersebut kita gunakan Past Perfect Continuous Tense.

Rumus Past Perfect Continuous Tense
Positif: S + had + been + Ving
Negatif: S + had + not + been + Ving
Tanya: Had + S + been + Ving

Berdasarkan Contoh peristiwa diatas maka kalimatnya begini:
-I had been repairing freezer when my friend came to my house

Tenang saja, Past Perfect Continuous ini termasuk jarang digunakan, hehe.. Jadi pelajaran kali ini akan dipersimple saja ya. Yang penting Anda dapat apa INTI-nya. Kalau ingin lancar tentu Anda perlu banyak praktek, atau sok pinter dengan ngajar seperti saya, hehe..

Contoh lain:
-They had been playing football.
-She had been singing
-Joh and Merry had been loving each other.

Bentuk Negatif:
-They had not been playing football.
-She had not been singing
-Joh and Merry had not been loving each other.

Kalimat Tanya:
-Had They been playing football?.
-Had She been singing?
-Had Joh and Merry been loving each other?.

Mengapa tidak pakai kalimat lain untuk membandingkannya sehingga logic “Past” nya menjadi jelas? susaahh! haha..

Tips untuk memperkuat pengertian Anda tentang Tenses:

Setiap tenses yang mengandung “Past” pasti pakai kata kerja atau kata kerja bantu bentuk ke-2. Dalam Past Perfect Continuous Tense ini kata kerja bentuk ke-2 atau V2 nya adalah HAD. Bentuk pertamanya adalah Have/has. Urutannya: Have-had-had.

Setiap tenses yang yang mengandung kata “Perfect” pasti pake kata kerja atau kata kerja bentuk ke-3. Dimana kata kerja ketiganya di Past Perfect Continuous Tense ini? Ia terletak pada “Been” nya itu. Been adalah bentuk ke-3 atau V3 dari be (tobe). Urutannya: tobe (am, is are) – (was, were) – been.

Setiap tenses yang mengandung kata “Continuous” pasti menggunakan kata kerja bentung ING atau saya singkat Ving. Present Continuous Tense, Present Perfect Continuous Tense, Past Continuous Tense, Past Perfect Continuous Tense dan sebagainya pasti pakai Ving.

Pegang erat-erat ketentuan diatas, maka Anda akan selamat

Ok, demikian dulu pelajaran yang jarang terpakai kali ini, yaitu Past Perfect Continuous Tense.

Future Tense

Future Tense atau Simple Future digunakan untuk menyatakan peristiwa yang Akan Terjadi. Future tense adalah tentang Nanti. Sesuatu arti katanya Future yaitu “Masa Depan”. Karena itu dalam Future Tense penggunaan kata Will, Shall yang artinya akan pastilah mendominasi.

Masih ingat pembagian Tenses dalam garis besar kan? Yes, ada 3 besar Tenses yaitu: Past, Present dan Future (Dulu, Kini, Nanti).

Pegang ini kuat-kuat:
Setiap Future pasti pakai WILL atau SHALL, artinya AKAN. Namun ada juga yang namanya Past Future Tense nanti. Karena Past maka Will dan Shall nya pakai past juga yaitu “Would”, nanti kita pelajari lebih dalam di Past Future Tense. Oh ya, sesudah Will atau Shall atau Would pasilah diikuti bentuk 1 baik itu kata kerja atau kata kerja bantu.

Kembali ke laptop!.

Rumus Future Tense
Positif: S + will + V1
Negatif: S + will + not + V1
Tanya: Will + S + V1

Shall jarang digunakan. Bisanya Shall untuk Subject I dan We (I shall…, We shall….) dan tidak untuk yang lain. Tetapi lebih sering orang pakai I will.. dan We will.. Jadi untuk I dan We boleh pakai baik will atau shall. Sedangkan Subject yang lain seperti HE, SHE, IT, YOU, THEY, WE semuanya pakai Will. Kalau begitu, untuk mempermudah pemahaman saya HANYA akan gunakan WILL saja. Kan “WIL” itu enak toh? Itu tuh yang L nya satu! haha… becanda ya.

Contoh Kalimat Positif dalam Future Tense:
-I will study
-You will swim
-They will visit Tokyo

Silahkan buat sendiri contoh Future Tense versi Anda ya. Buat dalam hati saja, lalu ucapkan sendiri, hehe.. Sengaja contoh saya persimple agar mudah dimengerti.

Future Tense Kalimat Negatif
Kalimat Negatif untuk Future Tense juga luar biasa mudah, jauh lebih mudah dibandingkan menjalankan Internet Marketing Indonesia misalnya, apa hubungannya? ya nda ada sih. sekali-sekali ngelantur agar nda bosan, toh pelajaran ini ringan kok..

-I will not study
-You will not swim
-They will not visit Tokyo

Mudah kan?

Future Tense Kalimat Tanya
Tinggal dibalik saja, Will nya di depan.

-Will You study?
-Will You swim?
-Will They visit Tokyo?

Tentunya karena Future Tense bicara “Akan” maka keterangan waktu berikut biasa ditambahkan: tomorrow, next month, three days to go, next year dan segala sesatu yang menunjukkan “akan” tersebut.

-You will swim together tomorrow
-They will visit Tokyo next year
-No one will stop us now from loving each other
-I dont think They will come on time

Demikian mudahnya Future Tense ini. Ok, itu saja :D

Future Continuous Tense

Tense yang satu ini berbicara tentang suatu peristiwa yang “Sedang Terjadi” juga sebagaimana Present Continuous Tense, tetapi bedanya dalam Future Continuous Tense maka “Sedang” nya itu bukan sekarang melainkan besok, akan datang, nanti.

Jadi, “sedang terjadi” itu tidak hanya bisa sekarang loh, bisa saja belum terjadi sekarang tetapi sedang terjadi besok. Fahami benar hal ini agar Future Continuous ini dapat Anda mengerti dengan tuntas dan dapat menggunakannya tanpa berpikir lagi nanti

Contohnya begini:
Anda telepon saya dan bilang mau ke rumah saya jam 9 besok. Wah saya nda bisa terima tamu tuh jam segitu, karena pas jam 9 itu saya akan sedang berenang. Jadwal saya renang itu 8:30 sampai 10:00. Jadi jam 9 besok itu sedang renang kan? kapan renangnya? besok!. Itulah arti “sedang tetapi akan” ini. Sekarang Anda faham 100 persen kan? Dalam hal ini kita gunakan Future Continuous Tense ya: “I will be swimming at 9 tomorrow, You may not meet me at home”.

Rumus Future Continuous Tense
Positif: S + will + be + Ving
Negatif: S + will not + be + Ving
Tanya: Will + S + be + Ving

Pegang kuat-kuat kunci pelajaran Bahasa Inggris ini ya:

Seperti saya ceriakan dalam setiap pelajaran Tenses Bahasa Inggris yang mengandung kata “Continuous” maka selalu pakai kata kerja bentuk ING, Verb + Ing atau saya singkat “Ving” doang. Setiap kata kerja atau kata kerja bantu yang mengikuti WILL pasti bentuk-1. Mana bentuk kesatu disana? Di “be” nya itu loh.

Lihat ni urutan perubahan kata kerja bantu “to be”:

“be” atau to be (am, is, are) – was, were – been

Dan setiap ada to be, baik itu be itu sendiri atau am, is, are, was, were, been maka kata kerjanya pasti pakai ING.

Contoh Future Tense
-I will be swimming at 9 o’clok tomorrow

Selanjutnya kita persimple tanpa embel-embel waktu, agar mudah difahami, perhatikan pemakain rumusnya ya:

-You will be working …
-They will be driving home …
-She will be learning music …

Coba buat beberapa lagi contoh Anda sendiri untuk kalimat positif dalam bentuk Future Continuous Tense ini, ya bahasa Inggris dong, kalau bahasa Indonesia tak terasa tenses itu karena kata kerjanya tidak berubah.

Kalimat Negatif Future Continuous Tense
Mudah saja, tinggal tambah NOT setelah Will, seperti ini:

-You will not be working…
-They will not be driving home…
-She will not be learning music…

Loh katanya tadi Future Continuous Tense ini digunakan untuk menyatakan sesuatu yang sedang akan terjadi di masa datang, ini yang negatif kan berarti TIDAK akan sedang terjadi dong? Salah dong? Waduh.. pusing lah kalo protes begituan, ini kan bentuk negatifnya bo’ !

Kalimat Tanya Future Continuous Tense
Kalimat tanya dalam bentuk Future Continuous Tense juga gampang sekali, tinggal Will nya di depan. Kayak gini:

-Will You be working …?
-Will They be driving home …?
-Will She be learning music …?

Perhatikan lagi Rumusnya ya, kan tadi saya tulis di bagian atas.

OK, demikian dulu Pelajaran Bahasa Inggris tentang Future Continuous Tense kali ini.

Future Perfect Tense

Sebelum belajar Future Perfect Tense pastikan Anda sudah memahami dan menguasai yang simple dulu ya seperti Future Tense, Present Tense, Present Continuous Tense dan sebagainya itu. Karena pengetahuan Tense bahasa Inggris itu berkaitan satu sama lain. Dengan memahami yang satu maka yang lain akan terasa jauh lebih mudah. Anda juga perlu membandingkan masing-masing Tense yang sama-sama Continuous, atau yang sama-sama Perfect. Dengan cara itu pemahaman Anda akan menjadi 100% dan rumusnya pun terasa gampang di luar kepala, Trus me! cie.. perlu yakin dong, hehe..

Gimana? Sudah menguasai Bahasa Inggris Tenses sebelum yang satu ini? Kalau Anda memang ingin bisa 100%, maka jadi pembelajar yang patuh itu perlu loh. Nanti kalau sudah bisa tentu boleh tambah kreatif, boleh sok pandai seperti saya, haha..

Ok kita kembali ke topik utama kali ini yaitu Future Perfect Tense.

Future Perfect Tense digunakan untuk menyatakan sesuatu yang “Sudah terjadi, tetapi AKAN”. Akan sudah gitu loh. Kalau Anda buka lagi pelajaran bahasa Inggris tentang Future Continuous Tense maka Future Perfect Tense ini pun akan sangat mudah difahami. Siapa bilang “sudah” itu hanya dulu? Sudah bisa juga “akan”!. Future artinya Akan, Perfect artinya sudah. Pusinglah jadinya tanpa contoh kasus kan?

Ini contoh kasusnya:

Agar jelas, saya ulang lagi contoh Future Continuous Tense ya:

Anda telepon saya dan bilang mau ke rumah saya jam 9 besok. Wah saya nda bisa terima tamu tuh jam segitu, karena pas jam 9 itu saya akan sedang berenang. Jadwal saya renang itu 8:30 sampai 10:00. Jadi jam 9 besok itu sedang renang kan? kapan renangnya? besok!. Itulah arti “sedang tetapi akan” ini. Sekarang Anda faham 100 persen kan? Dalam hal ini kita gunakan Future Continuous Tense ya: “I will be swimming at 9 tomorrow, You may not meet me at home”.

Nah sekarang perhatikan baik-baik!
Dari kejadian di atas, kalo jam 11 kan saya SUDAH AKAN SELESAI berenang kan? Nah, kalo jam 11 besok saya sudah akan selesai berenang. Itulah yang saya maksud dengan SUDAH AKAN ini, Future Perfect Tense: “I will have swum”.

Kok swum? ya, bentuk kata kerja swim dari yang ke-1 sampai ke-3 adalah: swim – swam – swum. Bentuk ING nya swimming

Rumus Future Perfect Tense
Positif: S + will + have + V3
Negatif: S + will + not + have + V3
Tanya: Will + S + have + V3

Lihat tuh, karena Future maka ada Will. Ada juga kata kerja bantu “Have” bentuk pertama karena mengikuti Will. Karena Perfect maka pake Kata Kerja bentuk-3 dan saya tulis V3 (Verb 3).

Contoh Kalimat Positif Future Perfect Tense:
-I will have swum at 11 tomorrow

Dari contoh Future Continuous Tense jadi Future Perfect Tense seperti ini:

-You will have worked …
-They will have driven home …
-She will have learned music …

Silahkan tambahkan contoh sendiri ya untuk Future Perfect Tense ini.

Kalimat Negatif Future Perfect Tense
Mudah saja, sesuai rumusnya, tambahkan NOT setelah Will:
-You will not have worked …
-They will not have driven home …
-She will not have learned music …

Kalimat Tanya Future Perfect Tense
Mudah saja juga, sesuai rumusnya, letakkan Will di depan:
-Will You have worked …
-Will They have driven home …
-Will She have learned music …

Contohnya memang sedikit, tugas Andalah untuk memperbanyaknya, hehe..

Jadi Future Perfect Tense adalah tentang apa? Sudah Akan!. Bukan tentang Akan Sudah? Loh kok mirip ya? memang, bisa juga dibilang begitu. Intinya kan Anda sudah tangkap kan? Jika belum, silahkan baca ulang Contoh Kasus diatas.

Demikianlah tentang Future Perfect Tense.

Future Perfect Continuous Tense

Pejaran Tenses Bahasa Inggris Future Perfect Continuous Tense ini akan sangat mudah difahami jika Anda telah menguasai terlebih dahulu Present Perfect Continuous Tense, karena memang mirip polanya. Sudahkan Anda faham benar tentang Present Perfect Continuous Tense?

Ok, jika sudah, mari kita lanjutkan. Kalau belum? Saya tak bisa melarang Anda meneruskan juga sih, tetapi mungkin Anda akan kesulitan memahaminya. Bahasa Inggris juga ada persamaanya dengan belajar matematika, kalau sudah bisa tambah-tambahan dan kali-kalian maka pelajaran yang lain akan lebih mudah juga, tul?

Jadi, Future Perfect Continuous Tense digunakan untuk menyatakan peristiwa yang: akan, telah dan masih berlangung di masa datang. Bingung?

Memang mirip dengan Future Continuous Tense juga (sedang akan terjadi pada suatu saat di masa datang), hanya saja kalau dalam Future Perfect Continuous Tense ditekankan pada masa terjadinya yang lebih panjang (sudah mulai, masih terjadi, akan berlanjut) tetapi bukan sekarang melainkan di masa datang. Kalau itu sekaranga maka namanya Present Perfect Continuous Tense. Mirip kan? Bedanya memang hanya di Present dan Future nya itu. Ya, beda waktunya. Yang satu sekarang (present) dan satu lagi nanti (Future).

Contoh kasus Future Perfect Continuous Tense
Agar jelas, saya ulang lagi mulai dari contoh

Future Continuous Tense:
Anda telepon saya dan bilang mau ke rumah saya jam 9 besok. Wah saya nda bisa terima tamu tuh jam segitu, karena pas jam 9 itu saya akan sedang berenang. Jadwal saya renang itu 8:30 sampai 10:00. Jadi jam 9 besok itu sedang renang kan? kapan renangnya? besok!. Itulah arti “sedang tetapi akan” ini. Sekarang Anda faham 100 persen kan? Dalam hal ini kita gunakan Future Continuous Tense ya: “I will be swimming at 9 tomorrow, You may not meet me at home”.

Jika Seperti ini maka Future Perfect Tense:
Future Perfect Tense kan intinya “Sudah Akan atau Akan sudah”. Dari kejadian di atas, kalo jam 11 kan saya SUDAH AKAN SELESAI berenang kan? Nah, kalo jam 11 besok saya sudah akan selesai berenang. Itulah yang saya maksud dengan SUDAH AKAN ini, Future Perfect Tense: “I will have swum”.

Sekarang Perhatikan dengan sangat baik! ini bagian

Future Perfect Continuous Tense:
Dapat saya katakan bahwa jam 9 besok saya sudah akan sedang berenang selama 30 menit.

Besok toh? Yes, kan future.
Jam 9 Sudah mulai toh? Yes, kan mulainya jam 8:30
Masiah akan terus kan? Yes, kan jadwalnya sampai jam 10:00.

Sudah, sedang, akan, di masa datang! Itulah inti dari Future Perfect Tense!.

jadi kalimat Future Perfect Continuous Tense lengkapnya begini:

-I will have been swimming for 30 minutes at 9 tomorrow

Perhatikan sesuai rumusnya berikut:

Rumus Future Perfect Continuous Tense
Positif: S + will + have + been + Ving
Negatif: S + will + not + have + been + Ving
Tanya: Will + S + have + been + Ving

Berikut ini contoh lagi untuk Future Perfect Continuous Tense, disederhanakan agar mudah difahami rumusnya. Konteks dipakainya kan sudah saya jelaskan di bagian atas.

-You will have been working …
-They will have been driving home …
-She will have been learning music …

Bentuk Negatif Future Perfect Continuous Tense
Tinggal tambahkan NOT saja setelah Will.

-You will not have been working …
-They will not have been driving home …
-She will not have been learning music …

Gampang toh? enak toh?

Bentuk Tanya Future Perfect Continuous Tense
Tinggal balik saja Will di depan:

-Will You have been working …?
-Will They have been driving home …?
-Will She have been learning music …?

Ingat,
Setiap Future pakai Will (nanti ada juga Would untuk Past Future Tense ya), Setia Continuous pake Ving, setiap Perfect pake V3 (been nya itu).

Past Future Tense

Sudah belajar Future Tense kan? Jika sudah maka Past Future Tense akan terasa sangat gampang bagi Anda.

Past Future Tense digunakan untuk menyatakan peristiwa yang AKAN dilakukan, TETAPI di masa lampau, bukan saat ini.

Belajar Tenses Bahasa Inggris memang muter-muter sekitar WAKTU ini: lampau/dulu (past), kini/sekarang (present), nanti/akan (future). Jadi Past Future kan berarti lampau nanti, lampau akan.

Agar Anda mudah memahami, perhatikan Contoh Kasus berikut ini:

Kemarin teman saya datang ke rumah pagi-pagi jam 7. Terpaksa deh hanya ngobrol sebentar di rumah, karena waktunya mepet banget, waktu itu “saya akan pergi kerja”.

Kita soroti “Akan Pergi Kerja” ini.

Kapan? Yes, kemarin
Akan toh? Yes memang akan tetapi bukan sekarang, kemarin!

Saya kira sampai disini Anda sudah menangkap inti dari Past Future Tense ini ya?

Rumus Past Future Tense
Positif: S + would + V1
Negatif: S + would + not + V1
Tanya: Would + S + V1

Past-nya dimana? Will jadi Would.

Sering sih orang menggunakan “Should”. Untuk memudahkan pemahaman saja maka saya hanya menggunakan Would saja dalam serial pelajaran tenses Past Future Tense ini.

Contoh Kalimat Positif Past Future Tense
-I would go at 7 am when He came to my house yesterday

Contoh berikut dipermudah hanya kalimat intinya saja:
-You would work …
-They would drive home …
-She would learn music …

Bisa Anda berikan contoh lagi?
Yes tentang kapan dipakainya silahkan perhatikan lagi contoh kasus diatas. Masalah rumus-rumus tenses sebenarnya sangat mudah, yang lumayan perlu latihan agar lancar adalah kapan memakai rumus tenses tersebut.

Kalimat Negatif Past Future
Mudah sekaleee.. tinggal tambahkan NOT setelah Would:
-You would not work …
-They would not drive home …
-She would not learn music …

Kalimat Tanya Past Future
Mudah sekaleee juga.. tinggal Would nya di depan:
-Would You work …?
-Would They drive home …?
-Would She learn music …?

Past Future Continuous Tense

Nah Tense Bahsa Inggris Past Future Continuous Tense ini mirip banget dengan Future Continuous Tense biasa, hanya saja bentuknya Past. Jadi, agar mudah bin gampang mengertinya jangan lupa Anda pelajari dulu sampai ngelotok Future Continuous Tense, kemudian jadikan bentuk lampau. Tinggal tambah Past doang kan di depannya?


Seperti contoh yang saya berikan dalam Future Continuous Tense, kan ini tentang peristiwa yang akan sedang berlangsung. Nah Past Future Continuous Tense juga tentang hal itu, hanya saja akan sedang berlangsung itu DULU, bukan kini, bukan pula nanti.

Contoh kasus untuk Past Future Continuous Tense begini
Kemarin ya, teman saya bilang mau ke rumah saya jam 9. Ingat, ini kemarin. Wah waktu itu saya nda bisa terima tamu tuh jam segitu, karena pas jam 9 itu saya akan sedang berenang. Jadwal saya renang kemarin itu 8:30 sampai 10:00. Jadi jam 9 kemarin akan sedang renang kan? kapan renangnya? kemarin!. Itulah arti “sedang tetapi dulu” ini. Sekarang Anda faham 100 persen kan? Dalam hal ini kita gunakan Past Future Continuous Tense ya: “I would be swimming at 9 yesterday, makanya tak bisa terima tamu tuh kemarin”.

Rumus Past Future Continuous Tense
Positif: S + would + be + Ving
Negatif: S + would + not + be + Ving
Tanya: Would + S + be + Ving

Contoh kalimat Past Future Continuous Tense:
-I would be swimming at 9 yesterday.

Waktu tukang pos datang, dia akan sedang mandi. Untunglah, jadi surat tersebut bisa diterimanya, kalau tidak maka surat itu dikembalikan ke alamat pengirim deh.

-When the post man came, She would be taking a bath.

Contoh lain:

-You would be working …
-They would be driving home …
-She would be learning music …

-He would be having lunch When I aksed him for help

Saat itu kami akan sedang bercinta, malahan sudah foreplay, eh tiba-tiba ada orang gedor pintu, welehh… Apa bahasa Inggrisnya? haha..

Kalimat Negatif Past Future Continuous Tense
-You would not be working …
-They would not be driving home …
-She would not be learning music …

Kalimat Tanya Past Future Continuous Tense
-Would You be working …?
-Would They be driving home …?
-Would She be learning music …?

Jarang kok tenses Past Future Continuous ini digunakan, biasanya oleh pengarang yang sedang bercerita tentang kejadian di masa lalu.

Past Future Perfect Tense

Tense Bahasa Inggris Past Future Perfect Tense mempunyai persamaan pola dengan Future Perfect Tense biasa, perbedaannya hanya pada Past nya saja.

Contoh kasus untuk Past Future Prefect Tense
Kemarin ya, teman saya telepon dan katanya mau ke rumah saya jam 9. Ingat, ini kemarin. Wah waktu itu saya nda bisa terima tamu tuh jam segitu, karena pas jam 9 itu saya akan sedang berenang. Jadwal saya renang kemarin itu 8:30 sampai 10:00. Tetapi kalau jam 11 boleh. Karena jam 11 itu saya AKAN SUDAH berenang. Kapan akan sudah itu? kemarin, Past. Dalam situasi ini kita gunakan Past Future Perfect Tense: “I would have swum at 11 yesterday”.

Rumus Past Future Prefect Tense
Positif: S + would + have + V3
Negatif: S + would + not + have + V3
Tanya: Would + S + have + V3

Contoh Kalimat:
-I would have swum at 11 yesterday

Ingat, kata kerja bentuk-3 dari swim adalah swum (Swim – Swam – Swum).

Biasanya Tense ini, Past Future Perfect Tense ini, sering digunakan untuk berandai-andai. Dulu guru SMA saya bilang ini digunakan untuk menyatakan peristiwa atau kejadian yang “akan telah terjadi pada masa lampau jika syaratnya terpenuhi”. Contohnya:

-He would have passed the examination If She had learned hard
Mestinya Dia sudah akan lulus jika saja dia telah belajar giat

-We would have arrived on time If we walked faster
Mestinya kita sudah tiba jika saja tadi jalan lebih cepat

Mestinya saya sudah akan dapat duit dari internet jika saja saya telah membuat blog dahsyat! Apa tu bahasa Inggrisnya? hehe..

Sekali waktu jalan-jalan ke blog saya ini ya: Membuat Blog Sukses Spektakuler

Itu tadi selingan, kita lanjutkan

Contoh Lain yang disederhanakan sesuai rumus:

-You would have worked …
-They would have driven home …
-She would have learned music …

Kalimat Negatif Past Future Prefect Tense
-You would not have worked …
-They would not have driven home …
-She would not have learned music …

Kalimat Tanya Past Future Prefect Tense
-Would You have worked …?
-Would They have driven home …?
-Would She have learned music …?

Past Future Perfect Continuous Tense

Jarang loh orang belajar tenses bahasa inggris sampai ke Past Future Perfect Continuous Tense ini. Anda patut saya acungi jempol jika sudah sampai ke bagian ini, karena Anda tergolong pembelajar tenses yang bersemangat, semoga karena semangat itu Anda kemudian menguasai ke 16 Tenses Bahasa Inggris ini.. :D

Masih ingat Future Perfect Continuous Tense kan? Itu loh, Tense yang digunakan untuk menyatakan peristiwa yang: akan, telah dan masih berlangung di masa datang. Maka…

Past Future Perfect Continuous Tense adalah untuk menyatakan hal diatas juga, tetapi dimasa yang lalu, masa lampau. Past Future Perfect Continuous Tense mengenai peristiwa atau hal yang akan telah sedang terjadi di masa lampau.

Rumus Past Future Perfect Continuous Tense
Positif: S + would + have + been + Ving
Negatif: S + would + not + have + been + Ving
Tanya: Would + S + have + been + Ving

Contoh:
-I would have been swimming for 30 minutes ….

Kisahnya begini nih:
Waktu Anda telepon saya jam 9 pagi kemarin itu, saya telah berenang selama 30 menit loh, dan masih terus berenang lagi beberapa waktu setelah itu.

“I would have been swimming for 30 minutes When You called me yesterday.”

Jam segini nih kemarin itu, saya telah menunggu Anda 2 jam lebih.

“At this time yesterday, I would have been wating for you for more than two hours”.

Ada gambaran? Intinya: telah sedang akan! tetapi dulu!

Contoh lain:
-In May 2007, I would have been living in Tanggulangin for 3 years

Kisahnya begini:
Saya sedang cerita tentang Lumpur Panas Lapindo. Ketika pertama kali lumpur itu menyembur, saya akan sudah tinggal di dekat situ (Tanggulangin) selama 3 tahun, tapi belum sampai 3 tahun ya, hampir akan 3 tahun, menjelang 3 tahun. Kemudian saya masih terus tinggal disitu sampai akhir November 2007. Sudah masih akan toh? Tapi dulu toh? hehe..

Contoh lainnya:
-When she decided to get married, “She would have been working there for 1 year”.

Ketika dia memutuskan menikah pada waktu dulu itu, dia sudah bekerja di sana menjelang setahun.

Gimana? sudah terang jelas dan tegas kan?

Coba rasakan dengan feeling Anda tentang Past Future Perfect Continuous Tense.

Kalimat Negatif Past Future Perfect Continuous Tense
Mudah saja, tinggal tambahkan NOT setelah Would
-I would not have been swimming for 30 minutes
-I would not have been living in Tanggulangin for 3 years
-She would not have been working there for 1 year

Kalimat Tanya Past Future Perfect Continuous Tense
Mudah juga, tinggal dahulukan Would nya:
-Would You have been swimming for 30 minutes?
-Would You have been living in Tanggulangin for 3 years at that time?
-Would She have been working there for 1 year?

Demikianlah akhir dari pelajaran Bahasa Inggris Tenses ini, berakhir pada tenses ke 16 yaitu Past Future Perfect Continuous Tense. Anda dapat mengulanginya lagi dan lagi dari awal sampai ke 16 tenses ini meresap dah hilang menjadi Kemampuan Anda menggunakannya baik dalam tulisan atau dalam percakapan.

Kata Kerja

Kata Kerja adalah bagian inti dari Tenses Bahasa Inggris. Kata kerja atau Verb pada rumus-rumus Tenses di blog ini, Kata kerja atau Verb ini sering saya singkat V saja. Jadi kalau V+ing artinya sama dengan Verb+ing, sering juga saya tulis sebagai “Ving” saja agar mudah.

Kata kerja dalam bahasa Inggris ada banyak bentuknya: V1, V2, V3, Ving.

Kata Kerja bentuk 1 atau saya singkat V1, yaitu kata kerja dasar, seperti: drink, go, write, read, participate, learn, study, dan sebagainya. Ada kata kerja bentuk ke 2, sering saya singkat V2. Kata kerja bentuk 3 ya V3. Serta Kata Kerja bentuk ING atau saya singkat Ving. Bagaimana cara menggunakan bentuk-bentuk kata kerja tersebut? Ada di masing-masing pelajaran Tenses Bahasa Inggris.

Perubahan Bentuk Kata Kerja
Perubahan bentuk Kata Kerja bentuk 1 (V1) ke bentuk kedua (V2) dan bentuk ke 3 (V2) ada yang beraturan (ada rumusnya) dan ada juga yang tidak beraturan (tidak ada rumusnya). Wah memamg inilah yang membuat bahasa Inggris ini menjadi rumit bagi kita orang Indonesia, haha.

Kata Kerja Beraturan (Regular Verb):

Artinya ya mempunyai keteraturan bentuknya, ada rumusnya misalnya ditambah “D” atau “ED” seperti: live – lived – lived, play, played, played.

Walaupun ada aturannya tetapi aturan perubahan tersebut masih ada beberapa. Daftar kata kerja beraturan ini pun panjang sekali. Saya sarankan Anda mempunyai buku Grammar Bahasa Inggris walaupun yang kecil dan sederhana, biasanya ada di sana. Memang Anda mau menulsinya disini satu per satu?.

Kata Kerja TIDAK Beraturan (Irregular Verb):

Nah ini tambah kacau lagi, tidak ada aturannya. Misalnya kata kerja “drink” berturut-turut untuk bentuk ke 1 sampai 3: drink-drank-drunk. Satu contoh lain lagi: break-broke-broken. Sekali lagi saya sarankan Anda mempunyai buku Grammar Bahasa Inggris ya. Di Blog Tenses Bahasa Inggris ini saya akan lebih fokus pada TENSES itu sendiri, agar Anda punya pengertian yang lengkap tentangnya.

Masih ingat V1, V2, V3 dan Ving? Jangan lupa apa itu artinya ya, karena akan sering dipergunakan dalam setiap pelajaran tenses bahasa inggris

Sabtu, 20 Agustus 2011

RECOUNT

RECOUNT (LAPORAN PERISTIWA, KEJADIAN ATAU KEGIATAN MASA LAMPAU)

1. Ciri Umum a. Tujuan Komunikatif Teks (Communicative Purpose): To retell events for the purpose of informing or entertaining (melaporkan peristiwa, kejadian atau kegiatan dengan tujuan memberitakan atau menghibur). b. Struktur Teks (Generic Structure):  Orientation: memberikan informasi tentang siapa, di mana dan kapan  Events: rekaman peristiwa, kejadian atau kegiatan yang terjadi, yang biasanya disampaikan dalam urutan kronologis  Reorientation: pengenalan ulang yang merangkum rentetan peristiwa, kejadian atau kegiatan. c. Ciri Kebahasaan (Linguistic Features): Menggunakan:  nouns dan pronouns sebagai kata ganti orang, hewan atau benda yang terlibat, misalnya David, the monkey, we dsb.  action verbs atau kata kerja tindakan, misalnya go, sleep, run dsb.  past tense, misalnya We went to the zoo; She was happy dsb.  conjunctions dan time connectives yang mengurutkan peristiwa, kejadian atau kegiatan, misalnya and, but, then, after that, dsb.  adverbs dan adverb phrases untuk mengungkap tempat, waktu dan cara, misalnya yesterday, at my house, slowly dsb.  adjectives untuk menerangkan nouns, misalnya beautiful, funny, dsb. Generic Structure/Text Organization Orientation: menunjukkan setting (tempat) dan memperkenalkan tokoh. Event 1 Event 2 Event 3 ... dst. Reorientation: Penutup ataupun penekanan kembali Events: menceritakan apa yang terjadi secara berurutan. 2. Contoh dan Struktur Teks:
Our trip to the Blue Mountain On Friday we went to the Blue Mountains. We stayed at David and Della’s house. It has a big garden with lots of colourful flowers and a tennis court. On Saturday we saw the Three Sisters and went on the scenic railway. It was scary. Then, Mummy and I went shopping with Della. We went to some antique shops and I tried on some old hats. On Sunday we went on the Scenic Skyway and it rocked. We saw cockatoos having a shower. In the afternoon, we went home.

REPORT

REPORT (LAPORAN HASIL PENGAMATAN)

1. Ciri Umum: a. Tujuan Komunikatif Teks (Communicative Purpose): To describe the way things are, with reference to a range of natural, man-made, and social phenomena in our environment (menyampaikan informasi tentang sesuatu, apa adanya, sebagai hasil pengamatan sistematis atau analisis. Yang dideskripsikan dapat meliputi gajala alam, lingkungan, benda buatan manusia, atau gejala-gejala sosial. Deskripsi sebuah teks report dapat berupa simpulan umum, misalnya, ikan paus termasuk binatang mamalia karena ikan tersebut melahirkan anaknya. Untuk membuat laporan semacam ini, siswa perlu mengamati dan membandingkan ikan paus dengan binatang lainnya yang memiliki ciri-ciri yang sama). b. Struktur Teks (Generic Structure):  General classification: pernyataan umum yang menerangkan subjek laporan, keterangan, dan klasifikasinya  Description: menceritakan fenomena apa yang sedang didiskusikan; berkaitan dengan parts, qualities, habits or behaviors. c. Ciri Kebahasaan (Linguistic Features): Menggunakan:  general nouns, seperti ‘Reptiles in Comodo Island’, dsb.  relating verbs untuk menjelaskan ciri, misalnya reptiles are scaly animals (ciri ini berlaku untuk semua reptilia), dsb.  action verbs dalam mejelaskan perilaku, misalnya lizards cannot fly, dsb.  present tense untuk menyatakan suatu yang umum, misalnya Komodo dragons usually weight more than 160 kg, dsb.  istilah teknis, misalnya water contains oxygen and hydrogen, dsb.  paragraf dengan topik sentence untuk menyusun sejumlah informasi.  Tidak bersifat promotif  Terdapat dalam ensiklopedia 2. Contoh dan Struktur Teks: THE PELICAN REPORT General classification The white pelican is one of the most successful fish-eating birds. Description The success is largely due to its command hunting behaviour. A group, perhaps two dozen birds, will gather in a curved arc some distance offshore. The birds then begin to move forward towards the shore, beating the water furiously with their wings, driving the fish before them. When the water is shallow enough for the birds to reach the fish, the formation breaks up as each bird dips its bill into the water to scoop up its meal. As the bird lifts its head, the water drains from its bill leaving the fish which are then swallowed. Pelicans are among the oldest group of birds, Fossils of this genus have been found dating back 40 million years.

REVIEW

REVIEW (ULASAN ATAU TINJAUAN)

1. Ciri Umum: a. Tujuan Komunikatif Teks (Communicative Purpose): To critique an art work, event for a public audience. Such works of art include movies, TV shows, books, plays, operas, recordings, exhibitions, concerts, and ballets (melakukan kritik terhadap peristiwa atau karya seni untuk pembaca atau pendengar halayak ramai, misalnya acara TV, buku, drama, film, opera, konser, dan lain sebagainya) b. Struktur Teks (Generic Structures):  Orientation: menempatkan suatu karya dalam konteks umum dan khusus, seringkali dengan membandingkannya dengan yang lain.  Interpretative recount: merangkum plot dan/atau memberikan penjelasan tentang bagaimana suatu karya ditinjau.  Evaluation: memberikan penilaian atau evaluasi dari suatu karya dan/atau kinerjanya atau produknya  Evaluative Summation: berupa rangkuman pandangan si peninjau. c. Ciri Kebahasaan (Linguistic Features):  Terfokus pada partisipan tertentu; Menggunakan:  adjectives menunjukkan sikap, seperti bad, good;  klausa panjang dan kompleks;  metafor. Generic Structure/Text Organization Orientation: menempatkan suatu karya dalam konteks umum dan khusus, seringkali dengan membandingkannya dengan yang lain. Interpretative recount: merangkum plot dan/atau memberikan penjelasan tentang bagaimana suatu karya ditinjau Evaluation: memberikan penilaian atau evaluasi dari suatu karya dan/atau kinerjanya atau produknya Evaluative summation: berupa rangkuman pandangan si peninjau 2. Contoh dan Struktur Teks: Harry Potter: Order of the Phoenix I absolutely love the Harry Potter series, and all of the books will always hold a special place in my heart. I have to say that of all of the books, however, this was not my favorite. When the series began it was as much of a "feel good" experience as a huge mug of hot cocoa. The stories were bright, fast-paced, intriguing, and ultimately satisfying. Order of the Phoenix is a different kind of book. In some instances this works...you feel a whole new level of intensity and excitement by the time you get to the end. I was truly moved by the last page. Other times the book just has a slightly dreary, depressing feel. The galloping pace of the other books has slowed to a trot here, and parts of it do seem long, as if we're reading all about Harry "just hanging out" instead of having his usual adventures. Reading in detail about Harry cleaning up an old house, for example - housekeeping is still housekeeping, magical or no, and I'm not very interested in doing it or reading about other people doing it. A few other changes in this book - the "real" world comes much more in to play rather than the fantasy universe of the previous books, and Harry has apparently been taken off his meds. I know that he had a lot to be grumpy in this book, especially with being a teenager and all, but the sudden change in his character seemed too drastic. He goes from being a warm-hearted, considerate person to someone who will bite his best friend's heads off over nothing. It just seemed like it didn't fit with his character, like he turned into a walking cliché of the "angry teen" overnight. The "real" story seemed to happen in the last 1/3 of the book, and this part I loved. I actually liked the ending (and yes, I cried!) as sad as it was. It packed a punch and it made me care about the story even more. Still a really good book, with some editing it would have been great.

SPOOF

SPOOF (LAPORAN KEJADIAN ATAU PERISTIWA LUCU)

1. Ciri Umum: a. Tujuan Komunikatif Teks (Communicative Purpose): To retell an event with humorous twist (menceritakan kejadian, peristiwa aneh atau lucu berdasarkan kejadian atau peristiwa dalam kehidupan nyata yang bertujuan menghibur, yang biasa diakhiri dengan sesuatu yang tidak diharapkan (twist). b. Struktur Teks (Generic Structure):  Orientation: memperkenalkan participants (tokoh), waktu, dan tempat  Events: berisi kejadian/peristiwa/kegiatan 1, 2, 3, dst  Twist: akhir yang tidak terduga atau lucu. c. Ciri Kebahasaan (Linguistic Features):  Terfokus pada orang, binatang, benda tertentu;  Menggunakan action verbs, misalnya eat, run;  Menggunakan keterangan waktu dan tempat;  Menggunakan past tense;  Disusun sesuai dengan urutan kejadian. 2. Contoh dan Struktur Teks:
Generic Structure/Text Organization
Orientation
Event(s)
Twist
Penguin In The Park Orientation Once a man was walking in a park when he came across a penguin.
Event 1 He took him to a policeman and said, ‘ I have just found this penguin. What should I do?’ The policeman replied, ‘ take him to the zoo’.
Event 2 The next day the policeman saw the same man in the same park and the man was still carrying the penguin with him. The policeman was rather surprised and walked up to the man and asked, ‘Why are you still carrying that penguin about? Didn’t you take it to the zoo? ‘ ‘I certainly did,’ replied the man.
Twist ‘and it was a great idea because he really enjoyed it, so today I’m taking him to the moviest!

PROCEDURE

PROCEDURE (PROSEDUR)

1. Ciri Umum: a. Tujuan Komunikatif Teks (Communicative Purpose): To describe how something is accomplished throught a sequence of actions or steps (Memberi petunjuk tentang cara melakukan sesuatu melalui serangkaian tindakan atau langkah). b. Struktur Teks (Generic Structure):  Goal: tujuan kegiatan  Materials: bahan-bahan  Steps: langkah-langkah c. Ciri Kebahasaan (Linguistic Features): Menggunakan:  pola kalimat imperative, misalnya, Cut, Don’t mix, dsb.  action verbs, misalnya turn, put, don’t, mix, dsb.  connectives untuk mengurutkan kegiatan, misalnya then, while, dsb.  adverbials untuk menyatakan rinci waktu, tempat, cara yang akurat, misalnya for five minutes, 2 centimetres from the top, dsb. Generic Structure/Text Organization Goal: Biasanya judulnya Materials - Steps (berupa metode)
2. Contoh dan Struktur Teks: Goal How to Make a Cheese Omelet Materials: - Steps Ingredients 1 egg, 50 g cheese, ¼ cup milk, 3 tablespoons cooking oil, a pinch of salt and pepper - Utensils Frying pan, fork, spatula, cheese grater, bowl, plate - Method 1. Crack an egg into a bowl 2. Whisk the egg with a fork until it is smooth 3. Add milk and whisk well 4. Grate the cheese into the bowl and stir 5. Heat the oil in a frying pan 6. Pour the mixture into the frying pan 7. Turn the omelet with a spatula when it browns 8. Cook both sides 9. Place on a plate; season with salt and pepper 10. Eat while warm.

NEWS ITEM

NEWS ITEM (BERITA)

1. Ciri Umum: a. Tujuan Komunikatif Teks (Communicative Purpose): To inform readers, listeners, or viewers about events of the day which are considered newsworthy or important (memberitakan kepada pembaca, pendengar atau penonton tentang peristiwa-peristiwa atau kejadian-kejadian yang dipandang penting atau layak diberitakan). b. Struktur Teks (Generic Structure):  Newsworthy events: kejadian inti/menceritakan kejadian-kejadiannya dalam bentuk yang sangat singkat.  Background events: menjelaskan apa yang terjadi, siapa yang terlibat, dalam situasi bagaimana.  Sources: komentar saksi kejadian, pendapat para ahli c. Ciri Kebahasaan (Linguistic Features):  Informasi singkat tertuang dalam headline  Menggunakan action verbs  Menggunakan saying verbs, misalnya say, tell, dsb.  Menggunakan kata keterangan, misalnya badly injured, the most beautiful bride in the world Generic Structure/Text Organization Newsworthy event Background event Sources 2. Contoh dan Struktur Teks: Town ‘Contaminated Newsworthy event Moscow – A Russian journalist has uncovered evidence of another Soviet nuclear catastrophe, which killed 10 sailors and contaminated an entire town. Background events Yelena Vazrshavskya is the first journalist to speak to people who witnessed the explosion of a nuclear submarine at the naval base of shkotovo – 22 near Vladivostock. The accident, which occurred 13 months before the Chernobyl disaster, spread radioactive fall-out over the base and nearby town, but was covered up by officials of the Soviet Union. Residents were told the explosion in the reactor of the Victor-class submarine during a refit had been a ‘thermal’ and not a nuclear explosion. And those involved in the clean up operation to remove more than 600 tones of contaminated material were sworn to secrecy. Source A board of investigators was later to describe it as the worst accident in the history of the Soviet Navy.

NARRATIVE

NARRATIVE (NARATIF, DONGENG)

1. Ciri Umum: a. Tujuan Komunikatif Teks (Communicative Purpose): To ammuse, entertain, and to deal with actual or vicarious experience in different ways (Menghibur pendengar atau pembaca (yang bertalian dengan pengalaman nyata, khayal atau peristiwa pelik yang mengarah ke suatu krisis, yang pada akhirnya menemukan suatu penyelesaian)). b. Struktur Teks (Generic Structure): · Orientation: mengenalkan pengenalan tokoh, waktu, dan tempat · Complication: pengembangan konflik · Resolution: penyelesaian konflik · Reorientation: perubahan yang terjadi pada tokoh dan pelajaran yang dapat dipetik dari cerita. c. Ciri Kebahasaan (Linguistic Features): Menggunakan:  nouns tertentu sebagai kata ganti orang, hewan dan benda tertentu dalam cerita, misalnya, stepsisters, housework, dsb.  adjectives yang membentuk noun phrase, misalnya, long black hair, two red apples, dsb.  time connectives dan conjunctions untuk mengurutkan kejadian-kejadian, misalnya then, before that, soon, dsb.  adverbs dan adverbial phrases untuk menunjukkan lokasi kejadian atau peristiwa, misalnya here, in the mountain, happily ever after,dsb.  action verbs dalam past tense; stayed, climbed, dsb.  saying verbs yang menandai ucapan seperti: said, told, promised, dan thinking verbs yang menandai pikiran, persepsi atau perasaan tokoh dalam cerita, misalnya thought, understood, felt, dsb. Generic Structure/Text Organization Orientation Complication Resolution Reorientation 2. Contoh dan Struktur Teks: Snow White Once upon a time there lived a little girl named Snow White. She lived with her Aunt and Uncle because her parents were dead. One day she heard her Uncle and Aunt talking about leaving Snow White in the castle because they both wanted to go to America and they didn’t have enough money to take Snow White. Snow White did not want her Uncle and Aunt to do this so she decided it would be best if she ran away. The next morning she ran away from home when her Aunt and Uncle were having breakfast. She ran away into the woods. Then she saw this little cottage. She knocked but no one answered so she went inside and fell asleep. Meanwhile, the seven dwarfs were coming home from work. They went inside. There they found Snow White sleeping. Then Snow White woke up. She saw the dwarfs. The dwarfs said, “what is your name?” Snow White said, “My name is Snow White.” Doc, one of the dwarfs, said, “If you wish, you may live here with us.” Snow White said, “Oh could I? Thank you.” Then Snow White told the dwarfs the whole story and Snow White and the 7 dwarfs lived happily ever after.

HORTATORY EXPOSITION

HORTATORY EXPOSITION (EKSPOSISI HORTATORI)

1. Ciri Umum: a. Tujuan Komunikatif Teks (Communicative Purpose): To persuade the reader or listener that something should be/shouldn’t be the case (Untuk membujuk, meyakinkan atau mempengaruhi pembaca atau pendengar bahwa sesuatu seharusnya/tdk seharusnya demikian b. Struktur Teks (Generic Structure):  Thesis (pernyataan isu yang dipersoalkan)  Arguments: berupa alasan mengapa ada keprihatinan, dan mengarah ke rekomendasi  Recommendation: pernyataan tentang bagaimana seharusnya atau tidak seharusnya. c. Ciri Kebahasaan (Linguistic Feature):  Terfokus ke pembicara / penulis yang mengangkat isu. Menggunakan:  Abstract nouns, misalnya policy, government,dsb.  Technical verbs, misalnya species of animals, dsb.  Relating verbs, misalnya should be, doesn’t seem to have been,dsb.  Action verbs, misalnya We must act, dsb.  Thinking verbs, misalnya I believe, dsb  Modal verbs, misalnya we must preserve, dsb  Modal adverbs, misalnya certainly, wem dsb.  Connectives, misalnya firstly, secondly, dsb  Simple present tense  Kalimat pasif  Bahasa evaluatif, misalnya important, valuable, trustworthy, dsb. 2. Contoh Teks In all the discussion over the removal of lead from petrol (and the atmosphere) there doesn’t seem to have been any mention of the difference between driving in the city and in the country. While I realise my leaded petrol car is polluting the air wherever I drive, I feel that when you travel through the country, where you only see another car every five to ten minutes, the problem is not as severe as when traffic is concentrated on city roads. Those who want to penalise older, leaded petrol vehicles and their owners don’t seem to appreciate that in the country there is no public transport to fall back upon and one’s own vehcle is the only way to get about. I feel that counrty people, who often have to travel huge distances to the nearest town and who already spend a great deal of money on petrol, should be treated differently to the people who live in the city.

EXPLANATION

EXPLANATION (PENJELASAN)

1. Ciri Umum: a. Tujuan Komunikatif Teks (Communicative Purpose): To explain the process invloved in the formation or workings of natural or sociocultural phenomena (menerangkan proses-proses yang terjadi dalam pembentukan atau kegiatan yang terkait dengan fenomena alam, dunia ilmiah, sosial-budaya, atau lainnya yang bertujuan menjelaskan). b. Struktur Teks (Generic Structure):  A general statement to position the reader (pernyataan umum untuk memposisikan pembaca).  A sequenced explanation of why or how something occurs (penjelasan yang berurutan tentang mengapa dan bagaimana sesuatu itu terjadi)  Closing (Penutup) c. Ciri Kebahasaan (Languistic Features): Menggunakan  general dan abstract nouns, misalnya word chopping, earthquakes;  action verbs;  simple present tense;  passive voice;  conjunctions of time dan cause;  noun phrase, misalnya the large cloud;  abstract nouns, misalnya the temperature;  adverbial phrases;  complex sentences;  bahasa teknis; kalimat pasif 2. Contoh dan Struktur Teks: Making Paper from Woodchips General statement Woodchipping is a process used to obtain pulp and paper products from forest trees. The woodchipping process begins when the trees are cut down in a selected area of the forest called a coupe. Process explanation (sequenced) Next the tops and branches of the trees are cut out and then the logs are taken to the mill. At the mill the bark of the logs is removed and the logs are taken to a chipper which cuts them into small pieces called woodchips. The woodchips are then screened to remove dirt and other impurities. At this stage they are either exported in this form or changed into pulp by chemicals and heat. The pulp is then bleached and the water content is removed. Closing Finally the pulp is rolled out to make paper.